Pages

Senin, 21 November 2011

TARI BEDHAYA ANGLIR MENDHUNG


Menrut kepercayaan versi kraton Surakarta Hadiningrat tari ini merupakan ciptaan Kanjeng Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul ( kanjeng Ratu kencana Sari ) Anggapan ini bersumber dari kraton Surakarta Hadiningrat . tari srimpi sebagai hadiah berdirinya ibukota Mataram setelah peleret pindah.
Jumlah penari bedhaya ini disesuaikan dengan bedhaya Ka-sapta pada zaman hendran. Artinya tujuh penariremaja bibar pinjung ( remaja putrid yang berusia 18 tahun keatas ) . Sejak Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma sampai dengan Paku Buwana III ini tidak pernah dipergelarkan . Pada zaman Susuhunan Paku Buwana IV di Surakarta mulai bedhaya diingatkan adanya daya keramat bedhaya srimpi Anglirmendhung . Maka dalam pementasan Bedhaya Anglir mendhung seluruh sesajidan beberapa pantangan tidak boleh terlupakan . hal ini demi keselamatan Pada Zaman Susuhunan Paku Buwana V pernah mengubah jumlah penaridari tujuh menjadi empat penari putrid remaja ,dengan alasan keselamatan. Itupunhanya terselenggara sekalilengkap dengan segala sesaji Pada masa Paku Buana VI danVII, srimpi tersebut tidak pernah digelarkan.. Baru pada zaman Paku Buwana VIII jumlah penari srimpi tersebut dikembalikan menjadi tujuh remaja putri. Tetapi mulai Pakubuwana IX penari ditetapkan menjadi empat orang dengan catatan : hanya digelarkan pada saat dibutuhkan . menurut osiking sasmita.Bisikan Kalbu, Dengandemikian Srimpi Anglirmendhung bagi kraton Surakarta hanya diselenggarakn sebagaipendorong sugesti Hal-hal yang dapat diketahui dalam tarian ini meliputi :bunyi lkalaimat pada cakepan kalimatyang mengingatkan kepada tata cara dan tujuan mangestiseorang raja . Adapun sesaji dan kukusing ( asap) dupa tidakkah diabaikan sedangkan nama gending sebagai pengiringnya ialah; Gending Srimpi anglirMendung, Kethuk Kalih Kerep, MinggahKetawang Gending Kemanak , Suwuk,BukaSri Narendra, Dhawah Ketawang Lengen –gita,pelog pathet Barang.


TARI BEDHOYO KADUK MANIS ,

jenis tarian klasik Kraton Surakarta ciptaan Sri Susuhunan Paku Buwono IX dengan iringan Gending Kaduk Manis yang dilanjutkan dengan Ketawang Dhendha Gedhe laras polog pathet enem .Syair dalam gending tersebut melambangkan agar orang senantiasa bersikap manis berbudi luhur dan mempunyai tata susila yang tinggi .Jumlah penari sembilan orang gdis .Busana yang digunakan : kain batik ,dodot kembar ,bersanggul ukel ageng bangun tulak dan bercuduk sisir .

TARI JEBENG , BEKSAN

Jenis tarian yang menggabarkan dua satria yang sedang berperang dengan mengunakan keris dan perisai .Tarian ini diciptakan Paku Alam III .Tokoh yang digambarkan dalam tarian ini adalah Adpati Karna melawan Arjuna ,Pakaian yang dipergunakan ialah :kain parang ,bara samir, sabuk, empek timang ,kelat bahu,gelang, sumping, dester, dan celana tari panji.

TARI BANDABAYA,BEKSAN,

 beksan khas Pura Pakualaman Yogyakarta, diciptakan oleh Sri 
Pakualam II sekitar tahun 1829-1850 .Hingga kini beksan ini masih dilestarikan bentuk penyajaiannya .Beksan kelengkapan upacara Pura Pakualaman apabila Sri Paduka Pakualam menjamu tamu terhormat . Tema beksan Bandabaya menggambarkan kegagahan dan ketrampilan prajurid Puro Pakualaman. Berlatih perang dengan menunggang kuda, dilengkapi peralatan tari berupa tameng dan pedang panjang . Pementasan Beksan Bandabaya mengunakan dsar gerak tari kalang Kinantang perpaduan gaya surakarta dan yogyakarta . iringan yang dipergunakan beksan tersebut ialah: 1 . pethetan palog barang dilanjutkan bawa swara durma rangsang pelog barang . 2 . landrang bimokurdo pelog barang. 3 . lancaran bindiri pelog dan 4 . petetan pelog barang . Tat arias berpijak pada tokoh pewayangan

TARI ANILA-PRAHASTA

Jenis Tarian klasik kraton yang menggambarkan peperangan Anila Melawan Prahastha. Sumber cerita diambil dari Ramayana Dalam peperangan tersebut Prahasta ( patih alangka) dapat dikalahkan oleh anila( Panglima perang pasukan kara yang membantu Prabu Ramawijaya ) dengan mengunakan senjata berupa batu . Ternya batu tersebut jelmaan Dewi Indradi . Ibu Sugriwa dan subali ( ( dua ekor kera yang membantu Prabu Ramawijaya ) yang mendapat kutukan dari suaminya Dengan dipulnya senjata batu itu ,maka menjelmalah Dewi Indradi kembali .Anila yang dilukiskan sebagai kera berwarna biru. Mengunakan baju dan celana baru jamang, kelat bahu, sumping , Kliting, cangkeman wanara, binggel, sabuk ,epek timang, dan sampur. Prahastha mengenakan Jamang ,praba gimbalan ,cangkeman raksasa, sumping, kelat bahu, sabuk , empek, timang, sampur, dan celana cindhe . Tarian diiringi dengan gamelan Jawa lengkap dengan gending Ladrang Moncer,Srepengan dan Sampak laras Sredo

TARI DURADASIH, BEDHAYA,

Jenis tarian bedhaya ciptaan Paku Buwana IV sewaktu masih menjadi Pangeran Adipati Anom. Pemberian Nama duradasih menjadi saksi perkawainanya dengan gadis madura

TARI ENDHOL ENDHOL ,BEDHAYA

Jenis tarian bedoyo ciptaan Sri Sultan Paku Buwana X kusus untuk purti-putri beliau yang masih kanak –kanak . Tarian tersebut ditampilakan untuk menyambut tamu-tamu surakarta. Pakaian yang dikenakan dalam tarian ini : kain mekak sampur jamang , sumping, kelat bahu , dan beberapa perhiasan tarian ini diiringi oleh gending endhol-endhol